Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2018

KPK dan Perang Panjang Melawan Korupsi di Indonesia

Korupsi di Indonesia itu ibarat penyakit menahun—susah sembuh dan sudah menjalar ke mana-mana. Dari urusan birokrasi, pengadaan barang dan jasa, bahkan sampai institusi pendidikan pun kadang tak luput dari jeratnya. Tapi, satu lembaga yang sejak awal kemunculannya dianggap jadi harapan baru rakyat Indonesia dalam memerangi korupsi adalah Komisi Pemberantasan Korupsi, alias KPK. KPK bukan lembaga biasa. Lahir dari rahim reformasi dan keresahan rakyat, lembaga ini punya mandat khusus yang nggak main-main: memberantas korupsi sampai ke akar-akarnya. Bukan cuma sekadar membantu lembaga penegak hukum lain, KPK hadir sebagai garda terdepan dalam perang melawan kejahatan luar biasa ini. Apa Itu KPK dan Kenapa Harus Ada? KPK dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Dalam Pasal 3, disebutkan bahwa KPK bersifat independen dan bebas dari pengaruh kekuasaan mana pun. Artinya, kerja mereka nggak boleh diganggu—baik oleh pemerinta...

Pilkada Serentak: Kenapa Kita Harus Peduli?

Hari ini bukan hari biasa. Lebih dari 115 kabupaten dan 39 kota di seluruh Indonesia sedang merayakan pesta demokrasi —yup, hari Pilkada Serentak ! Di berbagai daerah, suasananya nyaris seperti hari raya. TPS dihias meriah, ada yang memakai baju adat , bahkan ada yang mengusung tema Piala Dunia untuk menarik perhatian pemilih. Kreativitas seperti ini bukan sekadar gaya-gayaan, tapi punya misi penting: mengurangi jumlah pemilih yang golput . Tapi, sebenarnya, kenapa sih kita harus menggunakan hak pilih? Apa salahnya kalau kita memutuskan untuk golput saja? Golput: Hak atau Sikap yang Berisiko? Sebagian orang mungkin menganggap golput adalah bentuk kekecewaan terhadap sistem. “Semua calon sama saja,” atau “politik itu kotor,” adalah alasan yang sering kita dengar. Tapi, coba kita renungkan. Ketika kamu tidak memilih , bukan berarti sistem politik berhenti. Pemilu tetap berjalan, dan pemimpin tetap akan terpilih— dengan atau tanpa kamu . Dan yang lebih menakutkan adalah: masa depanmu ...